Inilah 5 Fakta Kejanggalan yang Dirasakan Netizen di Kasus Pembunuhan Sadis di Pulomas

Bak detektif netizen berlomba-lomba lakukan analisa atas peristiwa tragis yang menimpa keluarga Dodi Triono. Mereka merasakan kejanggalan ini, Jumat (30/12/2016).

Ada keanehan yang dirasakan berdasar fakta-fakta yang didapatkan.
1.Fakta-fakta yang dibeber netizen berdasarkan informasi dari kepolisian yang didapatkan dari media-media online.
Sebagian besar netter meragukan kesimpulan awal polisi yang menyatakan kalau ini merupakan perampokan murni.
Seperti diketahui Komplotan Ramlan Butarbutar yang diringkus merupakan komplotan spesialis perampok rumah elite.
2.Mereka residivis di kasus yang sama namun gara-gara fakta ini membuat netter ragu kalau ini murni kasus perampokan.
Bak detektif netizen berlomba-lomba lakukan analisa atas peristiwa tragis yang menimpa keluarga Dodi Triono. Mereka merasakan kejanggalan ini, Jumat (30/12/2016).
Ada keanehan yang dirasakan berdasar fakta-fakta yang didapatkan.
3.Fakta-fakta yang dibeber netizen berdasarkan informasi dari kepolisian yang didapatkan dari media-media online.
Sebagian besar netter meragukan kesimpulan awal polisi yang menyatakan kalau ini merupakan perampokan murni.
Seperti diketahui Komplotan Ramlan Butarbutar yang diringkus merupakan komplotan spesialis perampok rumah elite.
4.Mereka residivis di kasus yang sama namun gara-gara fakta ini membuat netter ragu kalau ini murni kasus perampokan.
"Maaf2 jika sy slh kata. Sy heran penyekapan dr jam 14.35 kira2 trus sampe jam 10.10 baru ketahuan."
"5.Dokter bilang yg meninggal sekitar jam 06.00 sampai 08.00. Lah selama dr sore mlm pg masa ga ada yg hub keluarganya."
"Misal dihub ga bisa tp kok ga curiga semua ditelp pd ga bisa/ga jwb kok bisa ya selam itu ga ada komunikasi."
"Klo sy mah udh ga bisa tdr lgsg aja penasaran dtg dah kermhnya karna pd ditelp ga pd bisa. Ya walaupun semua itu sudah diatur sm YME," analisis sebuah akun Facebook dengan nama Yanie Mahendra.

"Rebutan harta warisan itu udah jelas....Kereen pak tua banyak istri akhirnya menanggung resiko sendiri bhahaa," komentar Rafii Syahbana.

"Iya bener tuh...saya aja tiap hari pst WA an sama suami, masak iya ga komunikasi," imbuh Violette Vio.
Kejanggalan soal komunikasi ini yang bikin netter mencurigai seseorang.
Polisi segera minta keterangan istri ketiga Dodi
Sosok istri ke-3 Dodi Triono, Elsya Agnesya Kalangi, tengah menjadi sorotan publik.
Polisi berencana meminta keterangan dari istri korban pembunuhan sadis di Pulomas, Jakarta Timur, tersebut.
Apa keterangan yang ingin dikejar polisi dari Agnesya?
Polisi ingin mengetahui aktivitas apa saja yang dilakukan Dodi sebelum dirinya tewas.
"Pasti kita cari tahu apa yang dilakukan Pak Dodi sebelumnya, ke mana dan lain-lain yang menyangkut kehidupan sehari-harinya," ujar Kapolda Metro Jaya Inspektur Jendera Irjen Mochamad Iriawan di Rumah Sakit Kartika Pulomas, Jakarta Timur, Kamis (29/12/2016).
Namun, menurut Iriawan saat ini Agnesya belum bisa dimintai keterangan.
Maklum, Agnesya masih dalam keadaan syok.
"Kita tidak bisa paksakan (pemeriksaan Agnesya) yang jelas kita akan lakukan," ucap dia.
Iriawan memastikan saat terjadinya peristiwa sadis tersebut Agnesya tidak berada di tempat.
Menurut Iriawan, Agnesya tidak tinggal di rumah Dodi di Jalan Pulomas Utara nomor 7A, Jakarta Timur.
Penyekapan yang menewaskan enam orang di sebuah rumah di Pulomas tersebut diduga terjadi pada Senin sore lalu.
Warga bersama polisi baru mengetahui peristiwa penyekapan tersebut pada Selasa pagi, atau keesokan harinya.
Adapun korban selamat adalah Zanette Kalila (13), Emi (41), Santi (22), Fitriani (23), dan Windy (23).
Sementara itu, korban yang tewas dalam penyekapan tersebut adalah Dodi Triono (59) selaku pemilik rumah, dua anak Dodi bernama Diona Arika (16), dan Dianita Gemma (9), kemudian ada Amel yang merupakan teman dari anak Dodi. Lalu Yanto dan Tasrok yang merupakan sopir keluarga itu.
Adapun pelaku yang sudah ditangkap adalah Ramlan Butarbutar (tewas), Erwin Situmorang, dan Alfins Bernius Sinaga.
Sementara itu, satu pelaku yang masih diburu adalah Yus Pane.
Misteri keberadaan Agnes saat perampokan
Sosok Elsya Agnesya Kalangi menjadi sorotan publik setelah pembunuhan sadis sekeluarga yang terjadi di Pulomas, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016).
Maklum, Agnesya merupakan istri ke-3 dari pengusaha Dodi Triono, sosok kepala keluarga yang turut menjadi korban pembunuhan sadis tersebut.
Istri ketiga Dodi Triono, Agnes, akan dimintai keterangan terkait insiden perampokan disertai pembunuhan yang terjadi di Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, Pulogadung, Jakarta Timur.
Pemeriksaan Agnes akan dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan.
Namun, penyidik belum dapat memastikan kapan Agnes dimintai keterangan.
"Istrinya pasti akan diperiksa, tetapi untuk hari ini belum dimonitor, belum ada jadwal," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, kepada wartawan, Kamis (29/12/2016).
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda saat berkunjung ke Rumah Sakit Kartika Pulomas, Jakarta Timur, Rabu (28/12/2016).
Erlinda menyampaikan, Agnes sempat menjenguk Zanette pada Selasa (27/12/2016) malam.
Agnes disebut-sebut tinggal bersama anak-anak Dodi
Berbeda dengan keterangan polisi, menurut Erlinda, Zanette dan Dianita baru tinggal bersama Dodi dan Agnes selama satu bulan terakhir ini.
"Bahkan, ketiga anak dari almarhum (Dodi) dari istri kedua memang tinggal bersama mereka (Dodi dan Agnes). Walaupun awalnya adalah anak pertama dulu (Diona), kemudian anak kedua (Zanette), dan ketiga (Dianita)," ucap dia.
"Mengapa tinggal bersama, karena pasca-bom Sarinah itu ada yang ketakutan lihat di TV. Kalau adek ini, Anet, anak kedua, itu lebih karena yang butuh perhatian lebih," katanya. (*)
SUMBER :http://www.tribunnews.com/metropolitan/2016/12/30/ini-kejanggalan-yang-dirasakan-netizen-di-kasus-pembunuhan-sadis-di-pulomas?page=all

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Inilah 5 Fakta Kejanggalan yang Dirasakan Netizen di Kasus Pembunuhan Sadis di Pulomas"

Post a Comment