Nangis Bacanya !! Aku korbankan Kesucianku Untuknya Tapi Teganya Dia Menyayat Hatiku


Kisah ini berawal dari ketika aku baru masuk kuliah dan berkenalan dengan seorang cowok. Ya, pria yang sekarang jadi mantan pacarku ini dulu sudah membuat hidupku berantakan. Dulu aku sangat menyayanginya hingga aku lupa dengan Sang Pencipta.

Dia anak orang kaya sedangkan aku hanya dari keluarga biasa. Aku pun harus bekerja di salah satu perusahaan sambil kuliah demi ingin mengubah nasib keluarga kami karena sejak kelas 3 SMA ayahku meninggal dalam sebuah kecelakaan.

Di awal pacaran, semua lancar saja dan dia sangat manis. Namun, setelah dua tahun pacaran dia mulai menginginkan kesucianku. Jelas katanya untuk membuktikan seberapa besar rasa cintaku kepadanya. Dan, aku dengan bodohnya malah memberikannya.

Setelah kejadian hina malam itu, sikapnya berubah kepadaku. Dia yang awalnya manis, sekarang suka marah-marah nggak jelas, dan sering mengancam untuk meninggalkanku karena dia sudah mendapatkan kesucianku.

Aku yang takut ditinggalkan pun menurut saja dengan apa yang dia katakan. Sampai suatu ketika, teman sekampusku memberitahuku bahwa dia melihat pacarku mesra bersama wanita lain. Awalnya aku tak percaya, namun akhirnya Allah membukakan mataku dengan memperlihatkan Facebook barunya dengan wanita itu. Terlihat jelas foto-foto kemesraan mereka. Allah sudah menegurku saat itu namun aku tetap tidak menyadarinya dan tetap memaksakan hubunganku dengannya. Ya, aku memaafkannya karena aku pikir dia lah yang sudah mengambil kesucianku jadi harus dia yang menjadi suamiku.

Sebulan berlalu dari kejadian itu, aku mendapat kabar lagi dari temanku bahwa dia kembali melihat pacarku mesra bersama wanita lain. Awalnya pun aku tidak percaya namun aku terus menyelidiki. Ternyata memang benar. Ya, itu selingkuhannya. Seorang SPG salah satu mall di kota Medan. Namun lagi-lagi aku luluh ketika dia meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi kesalahannya.

Hingga suatu ketika dia menjemputku sepulang kuliah, HP-nya yang ada di tas terus berdering namun dia enggan untuk mengangkatnya. Diam-diam aku mencuri SIM card-nya dan dia tidak menyadarinya hingga dia pergi setelah mengantarkanku. Di situlah semua terkuak, ternyata dia memiliki 2 HP dan nomor yang aku ambil ini spesial untuk selingkuhannya.

Aku membaca semua sms dari wanita itu, "Ayank dmn? Jadi jemput gak?"
Lalu aku baca lagi, "Yank, hari ini nginep di kosan ya, aku lagi pengen nih ama kamu."
Seperti di sambar petir rasanya.
Air mataku langsung mengalir. Kemudian aku baca isi SMS dia ke wanita itu, "Yank, kangen. Lagi pengen. Nanti aku ke kosan kamu ya."

Aku terus menangis. Hingga aku SMS dia menanyakan apa maksudnya semua ini. Namun, dia tidak merespon. Aku telpon dia, nggak diangkat dan beberapa menit kemudian nomornya sudah tidak aktif. Sudah berkali kali Allah menunjukkan jalan kepadaku namun aku tetap tidak menyadarinya.

Sebulan berlalu dari kejadian itu, aku mendapat kabar lagi dari temanku bahwa dia kembali melihat pacarku mesra bersama wanita lain. Awalnya pun aku tidak percaya namun aku terus menyelidiki. Ternyata memang benar. Ya, itu selingkuhannya. Seorang SPG salah satu mall di kota Medan. Namun lagi-lagi aku luluh ketika dia meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi kesalahannya.

Hingga suatu ketika dia menjemputku sepulang kuliah, HP-nya yang ada di tas terus berdering namun dia enggan untuk mengangkatnya. Diam-diam aku mencuri SIM card-nya dan dia tidak menyadarinya hingga dia pergi setelah mengantarkanku. Di situlah semua terkuak, ternyata dia memiliki 2 HP dan nomor yang aku ambil ini spesial untuk selingkuhannya.

Aku membaca semua sms dari wanita itu, "Ayank dmn? Jadi jemput gak?"
Lalu aku baca lagi, "Yank, hari ini nginep di kosan ya, aku lagi pengen nih ama kamu."
Seperti di sambar petir rasanya.
Air mataku langsung mengalir. Kemudian aku baca isi SMS dia ke wanita itu, "Yank, kangen. Lagi pengen. Nanti aku ke kosan kamu ya."

Aku terus menangis. Hingga aku SMS dia menanyakan apa maksudnya semua ini. Namun, dia tidak merespon. Aku telpon dia, nggak diangkat dan beberapa menit kemudian nomornya sudah tidak aktif. Sudah berkali kali Allah menunjukkan jalan kepadaku namun aku tetap tidak menyadarinya.

Seminggu berlalu, nomornya tidak aktif hingga akhirnya aku menggeram. Aku menggila seperti orang stres. Aku cerita ke mamaku dan sontak saja mamaku ngamuk dan menggeretku ke rumah mantanku. Aku ngamuk-ngamuk di depan rumahnya. Mamaku pun langsung memberitahukan ke mamanya dia. Mamaku bilang dia harus bertanggung jawab.

Namun mamanya malah mengusir kami. Dia bilang tidak sudi memiliki menantu murahan sepertiku. Hatiku sangat hancur. Namun aku tahu ada hati yang lebih hancur, ya hati mamaku. Maafkan aku, mama.

Mama tetap tidak ikhlas atas semuanya. Dan mama melaporkan mantan pacarku itu ke polisi mengingat umurku pada saat itu masih 20 tahun. Ya masih di bawah perlindungan anak. Namun prosesnya memang prosesnya sangat panjang hingga dua bulan kemudian akhirnya mantan pacarku ditangkap.

Tiga hari setelah penangkapannya, mama dia datang ke rumah kami sambil menangis tersedu-sedu memohon agar anaknya dikeluarkan. Dia juga mau menikahkan aku dengan mantan pacarku. Namun mamaku yang sudah terlanjur sakit hati tidak ingin aku menikah dengan laki-laki seperti dia. Dan mama tidak ingin aku mendapat "mertua bermulut laknat sepertimu," itu kata mamaku.

Ya mamaku memaksaku untuk memenjarakan dia. Namun, aku memiliki ide lebih gila. Aku tidak mau memenjarakannya tapi aku mau menguras uangnya. Aku memutuskan berdamai dengan uang 50 juta rupiah. Aku memang benar-benar sudah gila dibuatnya.

Aku benar-benar sudah gila dengan uang. Hingga Allah menegurku. Aku di-PHK dari perusahaan. Namun, aku masih beruntung karena masih memiliki uang 50 juta rupiah yang aku kuras dari keluarga mantan pacarku. Uang itu yang aku gunakan untuk uang kuliah, sedikit memberi kedua adikku dan untuk keperluan kuliahku.

Hari-hari berlalu hingga ada lelaki yang mendekatiku namun setelah beberapa bulan pacaran, sifatnya tak jauh beda dengan mantanku. Allah menunjukkan sifat aslinya kepadaku. Dia hanya ingin menjadikanku pelampiasan nafsu saja, namun aku menolaknya dan sigap mengambil keputusan. Aku memilih untuk tidak melanjutkan hubungan tersebut. Tapi sejak saat itu hatiku keras membatu seolah aku tidak bisa lagi mempercayai lelaki.

Akhirnya aku mengambil keputusan sendiri. Aku hanya meladeni laki-laki yang bisa membayarku. Ya, aku terjerumus ke lubang hitam yang dalam. Aku berpikir tidak ada lagi laki-laki yang bisa aku percayai hingga akhirnya aku memilih percaya pada uang.

Namun sekali lagi Allah tidak pernah meninggalkanku bahkan di saat hina sekalipun Allah tetap memelukku. Dia mengirimkan seorang pria yang baik, bertanggungjawab, dan mapan kepadaku. Ya, laki-laki itu adalah suamiku saat ini. Aku berkenalan dengannya melalui jejaring sosial Facebook. Tak butuh waktu lama untuk dia meyakinkanku agar memilihnya menjadi teman hidupku. 

Sejak berteman dengannya, aku memutuskan untuk berhenti dari kehidupan gelapku. Dan ketika berpacaran dengannya, aku mulai menceritakan kehidupan masa lalu dan kelamku dan berjanji tidak akan mengulanginya.

Hari-hari terus berlanjut hingga akhirnya aku wisuda dan sekarang sudah bekerja di salah satu perusahaan besar di kota Medan. Kemudian, aku menikah dengan lelaki baik dan juga mapan. Suamiku adalah kepala keuangan di salah satu perusahaan besar juga dan kami di karuniai satu orang anak. Semenjak menikah, aku memutuskan untuk berhijab. Dan Allah memang sangat menyayangiku hingga dia mengirim lelaki baik yang menerimaku apa adanya, yang sama sekali tidak pernah mengungkit masa laluku hingga saat ini.

Tentang mantan pacarku, kudengar dari salah seorang temanku baru-baru ini dia sudah bertunangan namun sifatnya juga belum berubah. Sudah punya tunangan tapi masih jalan dengan wanita lain. Aku bersyukur dan berterima kasih kepada Allah SWT atas jalannya memisahkanku dari mantan pacarku. Terima kasih ya Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Aku berjanji akan hidup lebih baik lagi.

sumber : vemale.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Nangis Bacanya !! Aku korbankan Kesucianku Untuknya Tapi Teganya Dia Menyayat Hatiku"

Post a Comment