Jika Kesabaranmu Tak Cukup Menyadarkan, Mungkin Kehilangan Akan Menyadarkanmu



Kompasiana - Sudah sering kali aku lakukan menyabari setiap tingkahmu dan ketak pedulianmu. Mungkin karena seringnya aku bersabar aku lupa bagaimana nyamannya menyampaikan segala unek-unek yang seharusnya dikeluarkan.

Aku suka kamu sibuk dengan alasan pekerjaanmu, dengan alasan menata masa depan kita. Tapi aku tak suka jika kamu sama sekali tak bisa ku kutanyai keberadaanmu?, dimana kamu, takkah kamu merindukanku, apa yang sedang kamu lakukan hingga tak peduli padaku?

Apakah Aku Masih Berarti Bagi Dirimu? Lalu Seberapa Berartinya Aku Bagi Hidupmu?


Masih pentingkah aku dihidup kamu? masih ada kah peran penting ku dalam hari-harimu? masih kah aku memiliki arti di hidup kamu? ku bukan pajangan yang bisa kamu simpen ditempat manapun kamu suka, lalu kamu dengan bebas melakukan aktivitas kamu dan merawat pajangan itu sesuka waktu kamu kalau kamu ingat dan sempat.


takkah Kamu Tahu Betapa Keras Usahaku Untuk Mengertikan Kamu?


Aku selalu mencobanya dan terus mencobanya, tapi pernahkan kamu mencoba mengerti betapa beratnya pengorbananku? pernahkah kamu sadar betapa besar kesabaranku? lalu pernahkan kamu sabar dengan penantianku?

Mungkinkah Kau Baru Akan Sadar Disaat Aku Tak Lagi Ingin Kau Peka Dengan Kehadiranku?


Entahlah aku tak tahu aku harus bagaimana untuk membuatmu peka atau menunggu sampai kapan kamu akan peka dengan apa yang aku rasakan. Mungkinkah kamu baru akan mengerti saat aku tak lagi menginginkan kamu peka, mengerti mauku? Jika itu maumu berarti saat itu aku sudah tak lagi ada disampingmu.

Aku Mulai Berhenti Berharap Hal-Hal Yang Indah Bersamamu. Kesibukanmu, Ketak Pedulianmu, Pengabaianmu Membuatku Lelah


Aku lelah berhap pada hal-hal indah yang pernah kamu janjikan dulu, yang pernah kita bicarakan dulu. Aku lelah meyakini bahwa kamu sedang berjuang untuk itu. Aku lelah percaya bahwa kamu akan melakukan apa yang kamu katakan dulu.

Bagimu Apakah Cinta? Gabungan Antara Dua Kesatuan, Yang Satu Terus Terusan Sabar Dan Yang Satunya Lagi Tak Kunjung Sadar


Kini aku melihat cinta itu sudah berbeda, cintamu sudah memiliki makna yang lain. Cinta yang terus memaksaku harus terus menyabari setiap kesalahanmu yang sengaja kamu lakukan. Sementara dirimu tak pernah menyadari apa yang telah aku rasakan ini.




Sumber : gelombang.org

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jika Kesabaranmu Tak Cukup Menyadarkan, Mungkin Kehilangan Akan Menyadarkanmu"

Post a Comment