Buang Air Rebusan Mie Instan Itu Ternyata Salah, Ini Menurut Guru Besar IPB! Yuk Bantu Sebarkan!


Kompasiana - Mie instan berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi terus menerus. Salah satu cara meminimalisir efek buruknya, konon dengan cara membuang air rebusan dan menggantinya dengan air rebus yang baru. Ternyata hal ini justru salah kaprah alias mitos belaka. Berikut penjelasan dari Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr. Hardinsyah terkait mitos dan bahaya Mie Instan.

Ada 3 mitos terkait mie instan yang harus diketahui:


Mengganti air rebusan mie instan tak diperlukan


Hardinsyah mengatakan bahwa saat merebus mie instan, air rebusannya tak perlu diganti. Beberapa mie instan tepung terigunya mengandung asam folat yang baik untuk tubuh dan asam folat itu larut dalam air sehingga kalau dibuang, asam folat itu jelas akan hilang

Mie dicerna dalam waktu yang Lama


Hindari terlalu sering mengkonsumsi mie instan, apalagi menjadikannya sebagai menu harian.  Karena dibutuhkan waktu 2 hari untuk dicerna tubuh secara sempurna.  Jadi paling cepat anda boleh mengkonsumsinya setelah 3 hari setelahnya.

Hardinsyah mengatakan kalau tubuh terasa mendapatkan energi setelah makan, itu berarti makanan tersebut diolah dengan baik. sebaliknya, jika tubuh lemas, berarti makanan itu tak dicerna dengan baik. Kalau setelah makan mie instan, tubuh terasa berenergi, berarti mie instan tersebut dapat diolah secara langsung oleh tubuh


Makan mie instan bersama dengan nasi


Banyak orang berpendapat jika mengkonsumsi mie instan bersama nasi taklah baik karena nasi dan mie instan sama-sama mengandung karbohidrat. Ada baiknya makan mie dengan telur atau sayur untuk menyeimbangkan asupan nutrisi. 

Selain itu,  ada baiknya orang juga perlu tahu apa saja sih bahaya konsumsi mie instan terus menerus bagi kesehatan?  Berikut penjelasannya...

Mengurangi kemampuan tubuh menyerap gizi


Jika seseorang makan mie instan kemudian dia makan buah dan sayur, tubuh tak akan bisa menyerap semua kandungan gizi dari sayur dan buah. Mie instan mempengaruhi proses pencernaan secara negatif beberapa jam setelah dimakan.

Memicu penyakit kanker


Mie instan mengandung pengawet dan unsur lain yang sifatnya karsinogen dan bisa mengakibatkan kanker. Mie seduh instan umumnya dikemas dalam cangkir yang mengandung pemicu kanker seperti plasticizer dan dioksin. Keduanya bisa tercampur dalam mie kalau diseduh dengan air panas.

Natrium yang terlalu tinggi


Natrium yang terlampau tinggi bisa menyebabkan batu ginjal dan kerusakan ginjal. Kandungan rata-rata natrium dalam satu bungkus mie instan adalah lebih dari 800 mg. Asupan natrium yang disarankan setiap harinya adalah 2400 mg. Satu porsi mie instan saja sudah memenuhi setengah jumlah asupan natrium yang disarankan.

Mengandung MSG


Mie instan banyak mengandung MSG (monosodium glutamat). Konsumsi MSG yang berlebihan akan menyebabkan penyakit lain, yaitu kanker.

Mengandung zat anti beku


Mie instan juga biasanya mengandung zar anti beku seperti glycol yang mencegah mie menjadi kering. Konsumsi aditif anti beku ini bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan jantung, ginjal dan melemahkan imun tubuh.

Cerdaslah dalam mengkonsumsi mie instan.



Sumber : tribunnews.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Buang Air Rebusan Mie Instan Itu Ternyata Salah, Ini Menurut Guru Besar IPB! Yuk Bantu Sebarkan!"

Post a Comment