Inilah Perjuangan Firna, Anak Pemulung yang Jadi Sarjana dengan Predikat Pujian



Firna Larasanti (22) mahasiswi Unnes yang lulus dengan IPK 3.77 ternyata harus melalui perjuangan tidak mudah untuk menjadi sarjana.

Demikian dikatakannya saat diitemui Tribun Jateng di rumahnya RT 6 RW 1 Karanggeneng Kelurahan Sumurejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.

Dengan pendapatan orangtua yang bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan tidak menentu, ia mencoba membiayai kuliahnya dengan keringat sendiri.

"Saya pernah memungut cengkeh di perkebunan, jaga warung orang di pasar, hingga ngajar di PAUD," terang Firna kepada Tribun Jateng.

Namun, sebagai mahasiswa ilmu politik ia kemudian merasa pekerjaan sambilannya kurang mendukung bidang studinya.

"Akhirnya saya pilih menulis, beberapa pekerjaan menulia lepas di provinsi, DPRD pernah saya lakukan, kompetisi menulis juga saya ikuti, hasilnya lumayan membantu mencukupi biaya kuliah," bebernya.

Belum puas ia sempat juga mendaftar dan memasukan lamaran di Tribun Jateng sebagai penulis. Meski demikian ia harus berlapang dada karena belum lolos seleksi.

"Saat itu kata mbaknya prodi saya kuliah tidak sesuai dengan bidang yang akan saya geluti sebagai penulis, lamarannya sebenarnya untuk magang karena saat itu belum lulus," pungkasnya. 

(Sumber:http://jateng.tribunnews.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Inilah Perjuangan Firna, Anak Pemulung yang Jadi Sarjana dengan Predikat Pujian"

Post a Comment